Bandar Lampung, rawasnews-tv.com – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Al Hajdid, S.Sos., M.M. menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Thomas Amirico, atas pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Unggul tahun ajaran 2026/2027.
Apresiasi ini disampaikan, meski putranya sendiri dinyatakan tidak lolos seleksi di SMAN 2 dan SMAN 10 Bandar Lampung,” kata Yudha, Sabtu (13/6/2026).
Proses Adil & Transparan
Yudha menilai, sistem berbasis Tes Potensi Akademik (TPA) dengan metode Computer Assisted Test (CAT) berjalan objektif tanpa intervensi kekuasaan atau perlakuan istimewa. “Anak saya gak lulus, saya sedih tapi sekaligus senang, ini bukti tesnya adil dan murni berdasarkan kemampuan,” ujarnya.
“Ia menyatakan, hasil ini justru membuktikan sistem yang diterapkan Thomas Amirico bebas rekayasa, hasil tes langsung bisa dilihat secara real-time, dan dapat dipertanggungjawabkan ke publik.
Penjelasan Kadisdikbud
Thomas Amirico menjelaskan, bahwa seleksi jalur prestasi menggunakan 4 komponen penilaian berbobot:
– Nilai rapor (sem 1–5): 30%
– Tes Kemampuan Akademik (TKA): 30%
– Tes Potensi Akademik (TPA): 30%
– Prestasi non-akademik: 10%
“Nilai rapor tinggi saja belum cukup, semua aspek diukur menyeluruh,” tegasnya. “Ia juga menambahkan, siswa yang belum lolos masih punya peluang mendaftar jalur reguler mulai 15 Juni 2026.
Data Singkat
– Pendaftar: ±34.000 siswa
– Ikut tes: ±21.000 siswa
– Diterima: 12.206 siswa di 35 SMA Unggul
Yudha mengaku, kini akan mengarahkan putranya mendaftar ke jalur reguler: “Kalau belum cocok di sana, masih ada jalan lain. Yang penting prosesnya jujur dan adil untuk semua anak”.
Menurut Yudha, pengalaman yang dialami putranya menjadi bukti bahwa, sistem seleksi yang diterapkan tidak memberikan perlakuan khusus kepada peserta tertentu, termasuk anak pejabat maupun anggota legislatif.
Setelah mengetahui hasil seleksi, Yudha mengaku segera mencari alternatif pendidikan lain melalui jalur penerimaan sekolah reguler yang dijadwalkan dibuka pada 15 Juni mendatang,” jelasnya.
Politisi Partai NasDem itu menilai, bahwa penerapan TPA berbasis CAT mampu menghadirkan proses penerimaan peserta didik yang lebih transparan dan berkeadilan. Selain itu, peserta juga dapat mengetahui hasil tes secara langsung setelah proses seleksi selesai. “Saya alami sendiri dan saya ikut bangga,” ujar Yudha.
Yudha berharap sistem seleksi yang mengedepankan kemampuan akademik, transparansi, dan objektivitas tersebut dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, konsistensi dalam menjaga integritas proses penerimaan peserta didik akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung.
“Kalau ini dipertahankan, nilai dan kualitas pendidikan Provinsi Lampung di masa depan. Saya apresiasi sekali,” pungkasnya. (Red)


















