Tak Sekadar Hadir, Wakil Wali Kota Metro Belanja Produk UMKM di MCF

METRO, rawasnews-tv.com – Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ditunjukkan Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, saat menghadiri Metro Culinary Festival (MCF), Jumat (11/9/2026) malam.

Datang bersama istri dan anak-anaknya, Rafieq tidak hanya menikmati kemeriahan festival. Ia juga menyempatkan diri berkeliling dan berbelanja berbagai jajanan, makanan, serta minuman yang ditawarkan para pelaku UMKM di sejumlah tenant MCF.

Di tengah padatnya pengunjung, kehadiran Rafieq bersama keluarga mencuri perhatian. “Ia terlihat memilih sejumlah produk kuliner yang dijajakan pelaku usaha, kemudian menikmati suasana festival bersama keluarganya.

Langkah sederhana tersebut menjadi bentuk dukungan langsung terhadap geliat usaha masyarakat. Di tengah persaingan dan tantangan yang dihadapi UMKM, perhatian terhadap produk lokal dinilai memiliki arti penting dalam mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan usaha.

Kehadiran Rafieq di antara para pelaku UMKM juga memperlihatkan bahwa dukungan terhadap ekonomi kerakyatan dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, hadir, berinteraksi, dan membeli produk yang dihasilkan masyarakat sendiri.

MCF pun tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berburu kuliner, tetapi juga menjadi panggung bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun pasar, dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

Founder Titik Kumpul selaku penyelenggara MCF, Hermansyah Albantani, mengapresiasi dukungan yang diberikan Wakil Wali Kota Metro. Menurutnya, kehadiran Rafieq bersama keluarga dan aktivitas berbelanja produk UMKM memberikan semangat tersendiri bagi para tenant.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pak Wakil Wali Kota. Beliau datang bersama keluarga, kemudian ikut berbelanja dan menikmati berbagai jajanan yang ada di MCF. Bagi teman-teman UMKM, ini tentu menjadi motivasi,” ujar Hermansyah.

Menurut Hermansyah, ada sisi menarik dari kehadiran Rafieq bersama istri dan anak-anaknya. Selain berbelanja, Rafieq juga terlihat mengenalkan berbagai jenis jajanan kepada anak-anaknya, baik kuliner tradisional maupun makanan modern yang tersedia di festival.

“Yang menarik, beliau juga mengenalkan berbagai jajanan kepada anak-anaknya. Ada makanan tradisional, ada juga makanan modern. Jadi anak-anak bisa mengenal kuliner lokal sekaligus menikmati kuliner kekinian,” katanya.

Hermansyah bahkan memuji keharmonisan keluarga Rafieq yang terlihat menikmati MCF bersama. Baginya, kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa festival kuliner dapat menjadi ruang sederhana bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama sekaligus mengenalkan kekayaan kuliner kepada generasi berikutnya.

“Kelihatan sekali keharmonisan keluarganya. Mereka menikmati suasana bersama, memilih jajanan bersama dan mengenalkan berbagai makanan kepada anak-anak. Ini sesuatu yang sederhana, tetapi sangat positif,” ungkap Hermansyah.

Di sisi lain, Wakil Walikota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana mengatakan MCF bukan sekadar kegiatan untuk menikmati beragam sajian kuliner. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang untuk mempromosikan potensi kuliner lokal, memperkuat UMKM, membuka peluang ekonomi serta memperkenalkan kreativitas masyarakat Kota Metro.

“Metro Culinary Festival bukan sekadar kegiatan untuk menikmati beragam sajian kuliner. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang untuk mempromosikan potensi kuliner lokal, memperkuat UMKM, membuka peluang ekonomi, serta memperkenalkan kreativitas masyarakat Kota Metro,” ujarnya.

Rafieq menilai sektor kuliner memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Di balik setiap produk makanan dan minuman yang dinikmati masyarakat, terdapat kerja keras pelaku UMKM, pedagang, petani, pelaku usaha kreatif hingga masyarakat yang terlibat dalam rantai ekonomi tersebut.

Karena itu, para pelaku usaha juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga kebersihan dan keamanan pangan, memperkuat kemasan serta branding, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

“Kita ingin kuliner Kota Metro tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tapi juga menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah untuk datang, berkunjung dan menikmati Kota Metro,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, MCF diharapkan bukan hanya menjadi tempat berburu kuliner, tetapi juga ruang bertemunya keluarga, kreativitas dan ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat memilih membeli dan menikmati produk UMKM lokal, secara tidak langsung mereka ikut menjaga roda perekonomian Kota Metro agar terus bergerak dan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk tumbuh lebih besar. (Red)