METRO, rawasnews-tv.com – Persaingan usaha kedai kopi di Kota Metro kian berkembang. Kehadiran DG COFFEE di kawasan Pojok Samber Park, Jalan Mr. Gele Harun, Kecamatan Metro Pusat, menjadi bagian dari bertambahnya pilihan tempat nongkrong sekaligus peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bumi Sai Wawai.
Kedai kopi tersebut resmi dibuka melalui acara grand opening yang dihadiri kalangan anak muda, serta masyarakat setempat, unsur intelijen Kodim 0411/KM Kota Metro dan Unit Reskrim Polsek Metro Selatan ikut serta nongkrong bareng dengan mengusung semangat program Polri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat.”
Owner DG COFFEE, Ria Fauzi mengatakan, bahwa pendirian kedai tersebut dilatarbelakangi tingginya minat masyarakat terhadap budaya ngopi. Menurutnya, perkembangan usaha kopi di Kota Metro membuka peluang bagi pelaku usaha untuk ikut berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian lokal.
“Melihat pengusaha kopi semakin banyak dan minat masyarakat untuk ngopi juga tinggi, kami ingin ikut meramaikan Kota Metro. Karena itu, kami membangun DG COFFEE seperti ini,” kata Ria Fauzi kepada media ini, Saptu 10 Oktober 2026.

“Ia menjelaskan, DG COFFEE dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari anak muda dan remaja hingga pekerja, masyarakat dewasa, serta orang tua.
Bertambahnya kedai kopi di Kota Metro menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal. Namun, di tengah pilihan tempat nongkrong yang semakin beragam, tantangan berikutnya adalah bagaimana setiap usaha mampu bertahan, menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan,” ujarnya.
Ria Fauzi berharap, pertumbuhan bisnis kopi tidak hanya berhenti pada bertambahnya jumlah kedai, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM.
“Saya berharap para pengusaha UMKM, khususnya di bidang usaha kopi, bisa semakin berkembang dan menjamur di mana-mana. Mengingat peminatnya saat ini cukup tinggi, mudah-mudahan usaha kopi bisa merambah ke seluruh wilayah,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan usaha kecil. Kebiasaan membeli produk lokal dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan mengembangkan usahanya.
“Harapan saya, masyarakat bisa mendukung dan memiliki minat untuk membeli di kedai-kedai kopi seperti ini. Mudah-mudahan, insyaallah, perkembangannya akan terus meningkat.
Meski demikian, keberhasilan usaha tidak cukup hanya mengandalkan tingginya minat masyarakat untuk nongkrong. Konsistensi rasa, harga yang sesuai, kenyamanan tempat, dan kualitas pelayanan tetap menjadi faktor yang menentukan apakah pelanggan akan kembali,” jelasnya.
Selain membuka DG COFFEE di kawasan Pojok Samber Park, pengelola juga menyampaikan telah membuka cabang lain dengan nama DG COFFEE ONE SIP, PURE COMFORT, yang berlokasi di Simpang Kampus, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.
Keberadaan dua lokasi tersebut menjadi bagian dari langkah pengembangan usaha untuk menjangkau konsumen di wilayah berbeda. Pengelola berharap, kehadiran DG COFFEE dapat memperoleh sambutan positif masyarakat dan berkembang secara berkelanjutan, sekaligus ikut meramaikan sektor kuliner di Kota Metro,” imbuhnya.
Dukungan Masyarakat Jadi Tantangan Berikutnya
Di tengah pertumbuhan usaha kuliner, keberadaan kedai kopi lokal perlu diikuti pengelolaan yang konsisten agar mampu bersaing dalam jangka panjang. Pelaku usaha dituntut memahami kebutuhan konsumen, menjaga mutu produk, serta menciptakan pengalaman yang membuat pelanggan merasa nyaman.
Bagi UMKM, dukungan masyarakat memang penting. Namun, kepercayaan pelanggan juga harus dibangun melalui kualitas dan pelayanan yang dapat dipertahankan,” kata Ria Fauzi.
Dengan dibukanya DG COFFEE di Pojok Samber Park dan keberadaan cabangnya di Metro Timur, masyarakat kini memiliki tambahan pilihan tempat menikmati kopi dan bersantai.
Ke depan, perkembangan usaha tersebut akan menjadi bagian dari dinamika persaingan bisnis kopi di Kota Metro. Harapannya, pertumbuhan itu tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkuat keberadaan UMKM lokal di Bumi Sai Wawai,” tutup Ria Fauzi. (*)
Redaksi: Purwadi Ardi


















