Kota Metro, rawasnews-tv.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, rencana menghadirkan layanan terapi stem cell (sel punca) tercanggih di Indonesia semakin intensif pada tahun 2025-2026. Bertujuan, yaitu memangkas kebutuhan berobat ke luar negeri dan memperkuat posisi medis regeneratif dalam negeri.
Direktur RSUD Ahmad Yani Metro, dr. Fitri Agustina, MKM menyebut, bahwa terapi stem cell merupakan terobosan masa depan yang akan membawa angin segar bagi dunia medis di Metro.
“Stem cell adalah, terapi sel yang memiliki potensi besar dalam pengobatan penyakit-penyakit kronis seperti gagal ginjal, diabetes, hingga gangguan degeneratif. Terapi ini bisa memperbaiki kerusakan tubuh, meningkatkan produktivitas tubuh yang terganggu, bahkan memiliki manfaat besar untuk kesehatan kulit,” jelas dr. FitriFitri kepada Media ini, 2 Februari 2025.
“la menegaskan, bahwa RSUD Ahmad Yani berkomitmen menyusun langkah demi langkah untuk merealisasikan rencanabini, mulai dari penguatan koordinasi dengan pemerintah kota hingga persiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan menangani teknologi sensitif ini.
“Untuk peralatan, sebenarnya tidak terlalu banyak. Yang penting justru adalah, persiapan SDM yang terlatih dan memiliki kompetensi khusus. Kami akan terus berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota, Hi. Bambang Imam Santoso, agar terapi ini benar-benar bisa hadir dan menjadi layanan unggulan rumah sakit,” bebernya.
Jika rencana ini terwujud, maka RSUD Ahmad Yani Metro tidak hanya menjadi pelopor di tingkat provinsi, tetapi juga membawa Metro ke panggung nasional sebagai daerah yang berani melakukan inovasi besar dalam bidang layanan kesehatan publik,” tutup dr. Fitri.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Ahmad Yani Metro, dr. Hasril Syahdu menjelaskan, bahwa gagasan ini lahir sebagai bentuk respons terhadap dinamika pengobatan modern berbasis bioteknologi, khususnya dalam pemanfaatan secretome dan stem cell yang telah terbukti memiliki potensi terapi terhadap berbagai penyakit kronis.
“Kegiatan ini atas seizin Wali Kota dan Direktur untuk mensosialisasikan terkait dengan treatment secretome stem cell and secretome, the future of biomedicine. Ini merupakan satu pilihan treatment yang cukup handal untuk penyakit seperti gagal ginjal, HIV/AIDS, dan diabetes melitus tipe dua,” ungkap dr. Hasril.
Menurutnya, teknologi ini telah diakomodasi dan dikembangkan oleh rumah sakit rujukan nasional seperti RS Cipto Mangunkusumo dan RS Kanker Dharmais di Jakarta. Dengan melihat efektivitas dan prospek besar dari teknologi tersebut, RSUD Ahmad Yani Metro berambisi menjadi pelopor layanan ini di Bumi Ruwa Jurai.
“Atas dasar itulah kita berkeinginan menghadirkan pilihan treatment atau pengobatan di RSUD Jenderal Ahmad Yani. Karena ini sifatnya eksklusif, harapannya ke depan akan kita hadirkan polinya juga. Tapi kami akan meminta izin dulu kepada Pak Wali Kota terkait rencana membuka layanan eksklusif ini,” jelasnya.
dr. Hasril menambahkan, bila layanan ini dapat direalisasikan, maka RSUD Ahmad Yani tak hanya mencetak sejarah sebagai rumah sakit daerah pertama di Lampung yang menyediakan terapi stem cell, tetapibjuga berpotensi meningkatkan pendapatan rumah sakit secara signifikan.
“Kita tahu treatment stem cell ini tidak dicover oleh BPJS karena sifatnya eksklusif. Harganya memang cukup fantastis, namun ada juga jenis turunannya yang lebih terjangkau.bDengan eksklusivitas ini, pendapatan rumah sakit bisa meningkat dan otomatis turut menyumbang pada pendapatar daerah,” ucapnya.
Tak hanya dari sisi ekonomi, kehadiran terapi ini juga akan memberi dampak besar bagi masyarakat yang selama ini harus berobat ke luar provinsi untuk mendapatkan pengobatan berbasis stem cell.
“Di Lampung ini treatment seperti ini belum ada sama sekali. Justru kita ingin mengawalinya. Kami yakin Pak Wali Kota akan menyetujui karena beliau memang konsen mengembangkan rumah sakit dan pelayanan kesehatannya,” tambahnya. (ADV)


















