RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Raih Penghargaan UPTD Dinas Kesehatan Terinovatif II Berkat Inovasi SILAT

Kota Metro, rawasnews-tv.com – Patut di acungkan jempol, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Piagam Penghargaan sebagai UPTD Dinas Kesehatan Terinovatif III pada Penilaian Inovasi Daerah Kota Metro Tahun 2024 Tahun Ukur 2025.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I kepada Direktur RSUD Jenderal A. Yani Metro, dr. Fitri Agustina, M.K.M, dan aparatur yang berkontribusi aktif dalam penguatan budaya inovasi dan peningkatan kinerja pemerintahan.

Direktur RSUD Jenderal A. Yani Metro, dr. Fitri Agustina, M.K.M, mengatakan, bahwa penghargaan tersebut diraih melalui inovasi unggulan bertajuk Sistem Layanan Antrian Terintegrasi (SILAT). Inovasi SILAT merupakan terobosan berbasis digital yang dikembangkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada Instalasi Rawat Jalan.

Sistem ini mengintegrasikan pendaftaran online hingga pelayanan dokter spesialis, sehingga memberikan kepastian waktu layanan dan mengurangi penumpukan antrean pasien. Pengembangan SILAT dilatarbelakangi oleh, komitmen RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro dalam mengoptimalkan capaian indikator waktu tunggu pelayanan rawat jalan,” kata Fitri Agustina.

Melalui pemanfaatan teknologi informasi, lanjut Fitri Agustina, rumah sakit menghadirkan terobosan layanan yang lebih cepat, tepat, dan terukur guna meningkatkan mutu pelayanan serta kepuasan masyarakat. Penerapan inovasi SILAT merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Penghargaan yang diraih ini, menjadi motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan pasienpasien,” ujarnya.

Lebih lanjut Fitri Agustina menambahkan, SILAT mulai dimplementasikan sejak 10 Juli 2023 setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari pembentukan tim efektif, penyusunan regulasi dan SOP, uji coba aplikasi, hingga sosialisasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat.

Inovasi ini dikembangkan secara kolaboratif dengan melibatkan stakeholder internal sepertidokter, perawat, instalasi rekam medis, dan SIMRS, serta stakeholder eksternal seperti masyarakat dan BPJS Kesehatan.

Sejak diterapkan, SILAT memberikan dampak positif, antara lain berkurangnya penumpukan pasien di rawat jalan, meningkatnya capaian indikator waktu tunggu pelayanan, serta meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat,” jelas Fitri Agustina.

Penghargaan sebagai UPTD Dinas Kesehatan Terinovatif III Tahun 2024 menjadi bukti bahwa, inovasi SILAT tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga diakui sebagai praktik baik dalam pengembangan inovasi pelayanan publik di Kota Metro.

Melalui inovasi SILAT, RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro terus berkomitmen mendukung terwujudnya Visi Kota Metro yang tertuang dalam RPJMD Kota Metro Tahun 2021-2026, yaitu “Terwujudnya Kota Metro Berperndidikan, Sehat,

Sejahtera, dan Berbudaya”, serta memperkuat pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berbasis teknologi,” tutup Fitri Agustina. (Red)