METRO, rawasnews-tv.com – Insiden keselamatan menimpa seorang siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Metro berinisial MDZ. Siswa tersebut dilaporkan tersengat listrik saat mengikuti kegiatan di Lapangan Basket Rumah Asisten Wedana, Kota Metro, Selasa (22/9/2026).
Peristiwa itu terjadi ketika sejumlah siswa tengah melakukan aktivitas di lokasi dalam kondisi hujan. MDZ diduga tersengat listrik setelah menginjak kabel yang bagian pelindungnya disebut telah terkelupas.
Akibat kejadian tersebut, MDZ sempat mengalami kondisi serius dan dibawa ke RSUD Ahmad Yani Metro dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula ketika sejumlah siswa SMPN 3 Metro mengikuti latihan untuk persiapan kegiatan lomba senam setelah pelaksanaan ulangan.
“Anak itu kan mau ada lomba setelah ulangan, lomba senam. Mereka latihan pada tanggal 22 tersebut karena besok mau ada lomba,” ujar sumber yang mengetahui kejadian tersebut, Selasa (29/9/2026).
Menurut sumber tersebut, kegiatan berlangsung di Lapangan Basket Rumah Asisten Wedana. Saat itu hujan turun dan kondisi lapangan dalam keadaan basah.
“Anak-anak itu di Rumah Wedana, kestrum akhirnya anak tersebut. Menginjak kabel yang sudah terkelupas itu,” ujarnya.
Sempat Tak Sadarkan Diri
Seorang staf RSUD Ahmad Yani Metro berinisial F membenarkan bahwa MDZ dibawa ke rumah sakit pada 22 September 2026.
F mengatakan, saat tiba di rumah sakit, MDZ berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Siswa tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis sebelum menjalani perawatan lebih lanjut di ICU.
“Parah, sekitar tiga jam tidak sadar. Setelah itu masuk ICU,” ujar F.
MDZ diketahui diperbolehkan pulang dari RSUD Ahmad Yani Metro pada 24 September 2026.
Namun, hingga Selasa (29/9/2026), atau sekitar sepekan setelah kejadian, MDZ disebut belum kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Guru Benarkan Ada Siswa Tersengat Listrik
Salah seorang guru SMP Negeri 3 Metro membenarkan adanya siswa kelas VIII yang mengalami insiden tersengat listrik di kawasan Lapangan Basket Rumah Asisten Wedana.
“Iya, benar. Namun, belum masuk sekolah sampai saat ini,” ujar guru tersebut.
Namun, pihak sekolah belum memberikan penjelasan secara lengkap mengenai kronologi kejadian maupun kondisi siswa setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Saat dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut, salah seorang guru mengatakan kepala sekolah sedang tidak berada di sekolah dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada wakil kepala sekolah atau kepala sekolah.
“Kami tidak tahu, Bang. Tanyakan saja kepada Waka atau Kepsek, tetapi kepala sekolah sedang tidak berada di sekolah,” ujarnya.
Informasi mengenai kejadian tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang siswa SMPN 3 Metro. Ia menyebut siswa yang mengalami insiden merupakan siswa kelas VIII.
“Ya, Om. Anak kelas 8A tersetrum di Rumah Asisten Wedana. Ia belum masuk sekolah sampai sekarang. Kabar yang saya dengar, masuk RSUD Ahmad Yani,” tuturnya.
Kondisi Kabel dan Keselamatan Fasilitas Dipertanyakan
Insiden tersebut kini menimbulkan pertanyaan terkait aspek keselamatan fasilitas yang digunakan siswa untuk kegiatan sekolah.
Pasalnya, berdasarkan keterangan sejumlah sumber, siswa diduga tersengat setelah menginjak kabel yang bagian pelindungnya telah terkelupas ketika kondisi lokasi sedang diguyur hujan.
Jika informasi tersebut benar, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena kabel listrik yang berada di area aktivitas masyarakat maupun siswa semestinya mendapatkan pengamanan dan pemeriksaan yang memadai, terlebih ketika digunakan dalam kondisi hujan.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh keterangan resmi mengenai status kabel tersebut, siapa pengelola fasilitas di lokasi, serta apakah sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik sebelum kegiatan siswa berlangsung.
Belum diketahui pula apakah penggunaan Lapangan Basket Rumah Asisten Wedana tersebut merupakan bagian dari kegiatan resmi sekolah dan siapa pihak yang memberikan izin atau bertanggung jawab atas penggunaan lokasi.
Dinas Pendidikan Belum Memberikan Penjelasan
Konfirmasi mengenai insiden tersebut juga telah dilakukan kepada Dinas Pendidikan Kota Metro.
Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Metro, Didik, saat dihubungi melalui WhatsApp belum memberikan keterangan mengenai peristiwa tersebut.
“Waalaikumsalam, lagi takziah,” ujar Didik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Kota Metro mengenai apakah pihaknya telah menerima laporan resmi terkait insiden tersebut, termasuk langkah yang dilakukan terhadap kondisi siswa maupun evaluasi keamanan fasilitas yang digunakan.
Perhatian Sekolah dan Evaluasi Fasilitas Dinantikan
Terlepas dari pihak yang nantinya dinyatakan bertanggung jawab, insiden tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan peserta didik dalam kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas sekolah.
Pihak sekolah diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian, kegiatan yang dilakukan siswa di lokasi, pengawasan terhadap peserta didik, serta langkah yang telah dilakukan setelah MDZ mengalami insiden tersebut.
Termasuk perlu dijelaskan apakah pihak sekolah telah berkoordinasi dengan keluarga korban, menjenguk atau memberikan pendampingan kepada siswa selama menjalani perawatan, serta melakukan evaluasi terhadap lokasi kegiatan.
Di sisi lain, pengelola fasilitas juga perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi instalasi listrik di Lapangan Basket Rumah Asisten Wedana, khususnya terkait keberadaan kabel yang disebut mengalami kerusakan pada bagian pelindungnya.
Sebab, keselamatan siswa semestinya menjadi perhatian utama setiap kali fasilitas umum digunakan untuk kegiatan pendidikan maupun aktivitas lainnya.
Hingga kini, kondisi MDZ setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan perkembangan kesehatannya masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga maupun pihak sekolah. (*)


















