JMSI Lampung Raih Anugerah Be Strong Unila 2026, Bukti Kemitraan Strategis yang Berdampak

Bandar Lampung, rawasnews-tv.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menerima penghargaan bergengsi Anugerah Be Strong Unila 2026,untuk kategori Mitra Kerja Sama Berdampak Media Massa Lampung. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi JMSI dalam membangun sinergi antara media dan dunia pendidikan tinggi di Provinsi Lampung.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Lampung, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., kepada Sekretaris JMSI Lampung, Anton Kurniawan, yang mewakili Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, dalam acara Anugerah Be Strong Unila 2026 bertema “61 Tahun Berkarya, Bersinergi Menjadi Pusat Inovasi Berdampak”, di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Selasa (22/9/2026) malam.

Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menyampaikan apresiasi, atas penghargaan yang diberikan Universitas Lampung. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap peran strategis media dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi sekaligus memperkuat keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“JMSI mengucapkan terima kasih atas anugerah yang diberikan. Penghargaan ini menunjukkan bahwa, JMSI menjadi salah satu mitra penting dalam perjalanan Universitas Lampung sebagai kampus kebanggaan masyarakat Lampung. Sebagai mitra, kami berharap dapat terus memberikan masukan konstruktif agar Unila semakin kuat, sekaligus mendorong keterbukaan informasi sehingga publik semakin memahami berbagai capaian dan kontribusi universitas,” ujar Novriwan.

Hal senada juga di katakan Sekretaris JMSI Lampung Anton Kurniawan menegaskan, bahwa sebagai perguruan tinggi tertua di Provinsi Lampung, Universitas Lampung memiliki modal besar untuk tampil sebagai institusi pendidikan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Sudah saatnya Unila menjadi rujukan dan mampu bersaing dengan universitas-universitas terbaik di Indonesia maupun dunia, dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan serta manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Anton.

Sebagai alumnus Unila, Anton juga mengakui perkembangan pesat yang telah dicapai almamaternya dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia menilai transformasi dan inovasi harus terus diperkuat agar Unila semakin berdaya saing dan memberikan dampak lebih luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia ke-61 tahun menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan kemitraan.

“Perjalanan panjang ini membuktikan bahwa Unila dapat terus berdiri tegak karena tidak berjalan sendirian. Ada kerja keras, kreativitas, dan pengabdian dari dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Di sisi lain, ada kepercayaan, dukungan, dan sinergi yang kuat dari para mitra dan pemangku kepentingan eksternal,” ujar Rektor.

Menurut Lusmeilia, semangat Be Strong bukan sekadar slogan, melainkan fondasi kelembagaan yang menopang kekuatan riset, pendidikan, dan kemitraan. Lebih jauh, kekuatan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk dampak nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Penghargaan yang diterima JMSI Lampung sekaligus menegaskan bahwa kemitraan antara media massa dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, mendorong transparansi, serta memperkuat kontribusi dunia pendidikan terhadap pembangunan daerah dan nasional. (Red)