Kota Metro, rawasnews-tv.com – SMA Negeri 1 Kota Metro secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung mulai, Senin 13 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Bersama Membangun Sekolah Ramah, Aman, dan Nyaman untuk Semua”, dengan fokus utama menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan.
Kepala SMA Negeri 1 Kota Metro, Ibnu Budi Cahyana, S.Sos., M.Pd,. dalam sambutannya menyampaikan, bahwa MPLS bukan sekadar pengenalan aturan sekolah, melainkan langkah awal membangun rasa memiliki dan saling menghargai antar warga sekolah.
“Kami ingin peserta didik baru tidak hanya mengenal fasilitas dan kurikulum, tetapi juga merasakan bahwa SMA Negeri 1 Kota Metro adalah rumah kedua yang aman. Tidak ada tempat untuk diskriminasi, perundungan, atau perilaku yang menyakiti orang lain. Semua siswa berhak tumbuh dan berkembang dengan tenang,” ujar Budi Cahyana.
Ibnu Budi Cahyana mengatakan, bahwa dengan di gelarnya MPLS diatur secara resmi melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Kegiatan ini wajib diselenggarakan, pada minggu pertama tahun ajaran baru selama maksimal 5 (lima) hari. Fokus utamanya adalah pengenalan lingkungan, kurikulum, dan pembinaan karakter tanpa adanya perpeloncoan.
“Kegiatan yang diikuti oleh 320 siswa baru kelas X ini dirancang dengan metode yang menyenangkan dan edukatif, tanpa ada unsur paksaan dan berfokus pada edukasi kreatif, anti-perundungan, serta pengembangan karakter. Kegiatan ini wajib menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan,” kata Ibnu.

Rangkaian acara meliputi:
1. Pengenalan visi, misi, nilai-nilai sekolah, serta tata tertib yang mendukung lingkungan ramah
2. Diskusi kelompok tentang pentingnya saling menghargai perbedaan suku, agama, kemampuan, dan latar belakang
3. Simulasi penanganan kasus perundungan dan cara melaporkan jika menemukan atau mengalami hal serupa
4. Pengenalan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah mengembangkan bakat dan mempererat persaudaraan
5. Kegiatan kebersamaan dan kerja sama tim untuk membangun rasa kekeluargaan
Ibnu menambahkan, bahwa pihak sekolah juga melibatkan siswa senior sebagai pendamping yang berperan sebagai teladan, bukan penguasa.
“Kami melatih pengurus OSIS dan anggota ekstrakurikuler untuk menjadi sahabat bagi adik kelas, bukan memberi beban atau ketakutan. Ini adalah bentuk nyata kami menanamkan budaya saling peduli sejak hari pertama masuk sekolah,” jelas Ibnu.
Salah satu siswa baru, Rizky Ilham Samatha menyampaikan kesan positifnya. “Saya awalnya merasa takut mendengar cerita tentang MPLS, tapi ternyata sangat menyenangkan. Kakak kelas ramah, guru-guru juga sabar menjelaskan. Saya jadi yakin bisa beradaptasi dengan cepat di sini,” ungkapnya.
Kegiatan MPLS ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah untuk menjaga dan mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah sepanjang tahun ajaran berlangsung. (Pur)


















