KOTA METRO, rawasnews-tv.com – Kantor Kementerian Agama Kota Metro menggelar kegiatan sosialisasi Kerukunan Goes to School di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Metro. Kegiatan ini mengusung pesan utama “Beda Itu Biasa, Rukun Itu Hebat” untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini di kalangan pelajar.
Kepala Kemenag Kota Metro H. Abdul Haris, S.Ag., M.H.I., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa keberagaman suku, agama, ras, dan budaya adalah kekayaan bangsa, bukan alasan perpecahan. “Kita hidup di tengah perbedaan, itu hal yang lumrah. Yang membedakan kita adalah bagaimana kita menjaga persaudaraan meski berbeda latar belakang. Rukun dan saling menghargai adalah kekuatan sejati kita,” ujarnya.
Kegiatan diisi dengan berbagai sesi interaktif seperti diskusi kelompok, pemutaran film pendek tentang keberagaman, serta simulasi penyelesaian konflik sederhana. Para siswa diajak berbagi pengalaman bagaimana mereka bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang dan berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan teman.
Program Kerukunan Goes to School, merupakan merupakan bagian dari Program Prioritas Kementerian Agamadari Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023, tentang Penguatan Moderasi Beragama. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung dan dihadiri oleh Tim Humas dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Kepala MAN 1 Kota Metro, serta seluruh siswa dan guru.
Sekolah adalah tempat strategis untuk menumbuhkan sikap saling menghormati. Jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang, tapi sebagai kekuatan untuk saling belajar dan memahami satu sama lain,” ujar Abdul Haris.
Kepala MAN 1 Kota Metro H. Sarjono, M.Pd., menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap, pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal siswa dalam berinteraksi sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat luas. “Madrasah adalah rumah kedua bagi siswa. Di sini mereka belajar bahwa persatuan adalah fondasi untuk meraih cita-cita bersama,” tambahnya.
“Ia menyatakan, bahwa kegiatan semacam ini sangat relevan dengan misi pendidikan karakter yang inklusif dan berwawasan kebangsaan. “Kami bangga menjadi bagian dari program ini. Ini bukan sekadar sosialisasi, tapi sebuah langkah strategis dalam membentuk siswa yang moderat dan toleran,” ujarnya.
Program “Kerukunan Goes to School” dijadwalkan akan digelar secara bergilir di sejumlah sekolah madrasah di Provinsi Lampung. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional moderasi beragama yang terus dikembangkan oleh Kementerian Agama RI sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam merawat harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.
Program Kerukunan Goes to School sendiri akan dilanjutkan ke sejumlah madrasah dan sekolah lain di wilayah Kota Metro dan sekitarnya, guna memperkuat benteng persatuan di kalangan generasi muda,’ tutup Sarjono. (Red)


















