Inilah Sejarah Kebangkitan SMP Muhammadiyah 4 Metro, Dari Tujuh Murid Menuju Seribu Persen Harapan

KOTA METRO, rawasnews-tv.com – Sungguh luar biasa, sejarah melewati masa-masa sulitnya perjuangan berdirinya SMP Muhammadiyah 4 Metro. Pasalnya, sejak 1984 berdirilah SMP Muhammadiyah 4 Metro hanya 7 murid dan saat ini di bawah kepemimpinan Agus Pujianto, S.Pd., M.Pd. maju pesat, sampai 364 hingga 370 siswa.

Kepala SMP Muhammadiyah 4 Metro, Agus Pujianto menceritakan, bahwa saat semua serba sederhana merupakan bangunan tua satu lantai, ruang kelas terbatas, dan jumlah murid yang kian menipis dari tahun ke tahun. Ia tumbuh pelan, merangkak di antara persaingan lembaga pendidikan yang kian padat.

Puncaknya terjadi pada tahun ajaran 2018/2019, ketika sekolah ini hanya menerima tujuh (7) siswa baru, total murid pun tak lebih dari 36 orang. Sebagian orang menyangka sekolah ini tak akan mampu bangkit kembali,” kata Agus PujiantoPujianto kepada media ini, Saptu 30 Mai 2026.

Namun sejarah saat ini berkata lain, awal perubahan, ketika Kepemimpinan berpihak pada Harapan, diera Ketua Dikdasmen PDM Kota Metro saat itu Dr Agus Sujarwanta.

Perubahan besar mulai terasa ketika tongkat kepemimpinan kepala sekolah dipegang oleh Agus Pujianto, seorang pendidik lulusan FKIP Universitas Lampung. Masuk dengan semangat baru, ia melihat sekolah bukan sebagai beban, tetapi sebagai ladang pengabdian.

“Inilah rumah kita, begitu ia sering berkata kepada para guru, kalau dirawat, dijaga, dan kita bangun bersama, sekolah ini pasti tumbuh.” ucapnya.

Ucapan itu bukan sekadar motivasi, tapi menjadi napas gerakan perubahan, bangunan tua yang menjadi saksi kebangkitan

Dari gedung lama yang pernah sederhana, kini berdiri bangunan dua lantai yang lebih megah dan kokoh. Lingkungan yang dulu sepi kini ramai oleh langkah siswa setiap pagi.

Dulu sekolah hanya memiliki mushola kecil 6×6 meter, tempat yang cukup untuk beberapa orang saja. Kini mushola tersebut telah diperluas menjadi 16×16 meter, bahkan sudah direncanakan untuk dikembangkan menjadi tiga lantai sebagai pusat pembinaan karakter dan kegiatan keagamaan.

Jumlah guru yang semula hanya 9 orang, kini meningkat menjadi 20 guru yang bekerja dengan sistem yang lebih profesional dan terarah.

Ledakan jumlah siswa, pertumbuhan 1000 persen, menjadi sebuah transformasi besar ini bermuara pada hal yang paling membanggakan, minat masyarakat yang kembali tumbuh.

Dari 36 siswa, SMP Muhammadiyah 4 Metro kini telah memiliki lebih dari 370 siswa sebuah peningkatan yang mencapai 1000 persen dalam beberapa tahun.

Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti kepercayaan masyarakat yang kembali tumbuh di rumah persyarikatan sebagai Kreativitas Baru, Ekskul yang Hidup dan Berkarakter

Kini SMP Muhammadiyah 4 Metro menjadi rumah bagi puluhan bakat siswa. Ekstrakurikuler berkembang pesat, menjadi ruang bermain sekaligus ruang tumbuh, dengan kegiatan Ekstrakurikuler, mengakar pada nilai-nilai Muhammadiyah
– Tapak Suci
– Hizbul Wathan
– IPM
– Tari
– Pantomim
– Cinematografi
– Jurnalis
– Futsal
– Paduan Suara
– English Club
– Desain Grafis
– Bulu Tangkis
– Tahfidz
– Enteprenuer Club

Anak-anak tidak sekadar belajar di kelas; mereka menemukan diri, bakat, dan masa depan.

“SMP Muhammadiyah 4 Metro ini bukan hanya tempat belajar, tapi amanah. Tugas kita adalah merawat, menjaga, dan mengembangkannya. Kalau sekolah ini tumbuh, itu karena kerja bersama. Kami hanya memastikan setiap potensi anak yang baik akademik maupun nonakademik akan mendapat ruang untuk hidup.” katanya

Kata-kata itu ringkas, tetapi menjadi pondasi cara kerja seluruh majelis guru, sebuah Perjalanan yang Belum Selesai hingga hari ini.

SMP Muhammadiyah 4 Metro, kini tak lagi berdiri sebagai bangunan tua yang hampir dilupakan. Ia menjelma menjadi sekolah yang dipercaya masyarakat, tempat ratusan anak menaruh mimpinya.

Dan perjalanan ini belum selesai. Masih ada gedung yang akan dibangun, mushola yang akan ditingkatkan, dan generasi yang akan terus dibina.

Yang pasti, kebangkitan ini lahir dari semangat yang sama, sesuai nawancita Pendiiri Muhammadiyah, bahwa jika sekolah, jika dirawat dan dijaga, akan selalu kembali memberi kehidupan. (Red)