KOTA METRO, rawasnews-tv.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jend. Ahmad Yani Kota Metro, melalui Wakil Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Ketatausahaan,Yulia Candra Sari berikan klarifikasi, terkait Ambulans RSUD Jend. Ahmad Yani mogok saat antar jenazah ke Kabupaten Lampung Timur.
Saat di konfirmasi awak media, Yulia Candra Sari mengatakan, bahwa pihak sudah melakukan perawatan berkala untuk kendaraan Ambulans yang ada di RSUD Ahmad Yani Metro.
“Sebetulnya, mobil ambulans di RSUD Ahmad Yani sudah dilakukan servis, perawatan secara berkala, termasuk perawatan suku cadang (sparepart) mobil yang rutin, seperti penggantian oli, filter, kampas rem, dan busi,
dan lainya sudah dilihat kembali. Namun kendaraan ambulans tersebut saat mengantar janazah ke Lampung Timur, ternyata ada masalah mobil tersebut pada radiatornya,” kata Yulia saat ditemui di kantornya, Rabu (25/02/2026).

Lanjut Yulia mengungkapkan, terkait kerusakan mobil ambulans, yaitu kebocoran di air radiatornya, ya namanya mobil sudah cukup tua, kadang sudah diservis, ada hal-hal yang memang diluar prediksi kita.
Setelah kejadian tersebut, pihak RSUD Ahmad Yani dilakukan service terhadap kendaraan ambulans dan alhamdulillah sekarang sudah baik kembali. Sementara itu, terkait untuk pengantaran jenazah, langsung dibantu oleh ambulans lain untuk kembali diantarkan jenazah di rumah duka,” jelasnya
Lebih lanjut Wakil Direktur RSUD Jend. Ahmad Yani Metro, Yulia Candra Sari Yulia menjelaskan, untuk tarif sendiri, penggunaan mobil ambulans itu sudah diatur dalam Peraturan Walikota (Perwali) Metro, No 15 Tahun 2021. Untuk pasien di wilayah Metro gratis, namun untuk pasien yang berada luar Kota Metro maka dipungut biaya.
“Dimana komenannya ada pelayanan Rumah Sakit, driver, dan BBM, seseuai jarak tempuh, jadi dengan dana tersebut sudah sesuai.
Dia berharap, kedepan RSUD Jend. Ahmad Yani dapat menyediakan mobil ambulan yang baru dapat lebih representatif lagi dalam memberikan pelayanan,” tutup Yulia.

Hal srnada di katakan Ketua tim Kerja Management Umum RSUD Ahmad Yani Metro, yang membawahi permasalahan Kendaraan Ambulan Muhaimin menuturkan, bahwa pihaknya sudah melakukan perawatan berkala susuai peraturan yang ada.
“Selama ini terkait perawatan mobil ambulans, Rumah Sakit Ahmad Yani Metro sudah dilakukan perawatan secara berkala, mengunakan anggaran Rumah Sakit, mengunakan Dana BLUD (Badan Layanan Umum Daerah),” beber Muhaimin.
Sebanyak 5 unit mobil ambulan di RSUD Ahmad Yani Metro, menurutnya masih sangat layak untuk digunakan. “Ke 5 kendaraan ini memang masih layak untuk digunakan, tetapi memang ambulans yang saat ini yang memang ambulans yang paling tua, usianya kurang lebih sekitar 10 tahunanlah,” pungkasnya.
Perjalanan pengantaran jenazah dari RSUD Ahmad Yani Metro menuju rumah duka di Kabupaten Lampung Timur sempat terhenti setelah ambulans yang digunakan mengalami mogok di tengah perjalanan, hingga jenazah tersebut harus oper alih ke ambulans yang lain, Senin (23/2/2026) lalu.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Lintas Timur wilayah Kecamatan Labuhanratu saat ambulans bernomor polisi BE 9045 FZ membawa jenazah menuju Desa Wana, Kecamatan Melinting. Kendaraan tiba-tiba berhenti karena mesin mati dan tidak dapat dihidupkan kembali. (Red)
Editor : Bung Pur


















