Kota Metro, rawasnews-tv.com – Pemerintah Kecamatan Metro Timur sukses menyenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026, membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Acara ini berlangsung di aula Kecamatan setempat, pada Rabu (28/1/2026).
Pelaksanaan Musrenbang ini adalah, implementasi dari Undang-undang Nomor 23 tahun 2014, tentang pemerintahan daerah, dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPM) Serta Peraturan Mendagri Nomor 86 Tahun 2017, tentang Tata cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah.
Pada kesempatan tersebut, hadir Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, Anggota DPRD, Abdulhak, Wasis Riadi, Basuki, Lurah se-Kecamatan Metro Timur, Kepala OPD, Camat Metro Timur, Ferry Handono, dan masyarakat di Kecamatan setempat.

Camat Metro Timur, Ferry Handono menyampaikan beberapa capaian yang diraih oleh Kecamatan yang dipimpinnya. Dia juga mendengar usulan-usulan masyarakat yang hadir pada Musrenbang kali ini.
Pada kesempatan tersebut, Ferry Handono menyebut Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang ada di Metro Timur.
“Pembangunan sudah banyak dilakukan oleh Pemerintah Kota Metro, jalan ada 44 titik, drainase ada 13 titik, dan lainnya yang ada di Kecamatan Metro Timur,” kata Ferry.
Pada kesempatan tersebut, juga membahas terkait banjir yang ada di Kecamatan Metro Timur. “Contohnya, penanganan masalah banjir, yaitu depan Pasar 24, normalisasi saluran, yang sudah mengurangi luapan banjir, juga di saluran-saluran pembuangan sudah terlihat lancar, kalaupun terjadi genangan tidak berlangsung lama,” jelas Ferry.
Ferry juga berharap dalam kegiatan Musrenbang di Kecamatan Metro Timur tidak hanya sekadar kegiatan tahunan, yang hanya kegiatan seremonial, namun lebih dari pada itu.
Menurutnya, ini bukan sekadar kegiatan seremonial, ini merupakan semangat masyarakat bergotong royong, berpartisipasi dalam pembangunan, tentu apa yang disampaikan Pak Wakil Wali Kota, kita berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Kecamatan, di infrastruktur terutama masalah banjir,” ujar Ferry.
Ferry menambahkan, terkait masalah bidang kesehatan di Kecamatan Metro Timur, akan segera dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro ke BPJS. “Permasalahan – permasalahan BPJS akan segera disosialisasikan, akan diselesaikan,” kata Ferry.
Ferry menekankan pada tema Musrenbang yaitu “Penguatan Modal Manusia dan Modal Sosial sebagai Pondasi Pembangunan Ekonomi Sosial Berkelanjutan”.
Terkait anggaran yang berkurang dari anggaran tahun sebelumnya, Ferry berharap masyarakat dapat bersama-sama bergotong-royong untuk membangun Kota Metro.
“Juga pengusaha-pengusaha dari forum para CSR untuk sama-sama membantu membangun di Kecamatan Metro Timur, ini jangan hanya dibebankan di kecamatan saja. Karena menurut Ferry, ada Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting, termasuk peran media atau wartawan untuk mensosialisasikan program – program dan persoalan yang ada di Kota Metro, khususnya di Kecamatan Metro TimurTimur,” tutup Handono.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menyoroti dalam pembangunan infrastruktur fisik. “Jangan kita memperbaiki yang tidak ada gunanya, jika kita memperbaiki infrastruktur itu minimal 3 tahun ke depan tidak rusak, lebih baik kita perbaiki sedikit tapi hasilnya benar-benar maksimal,” kata Rafieq.
Rafieq Adi Pradana juga membahas penguatan modal manusia, sesuai dengan tema yaitu manusia harus sehat, jadi harus sehat jasmani dan rohani.
“Kita harus dapat menjaga kesehatan tubuhnya untuk diri sendiri, dan juga fasilitas kesehatan untuk masyarakat, akses untuk berobat masyarakat yaitu tanggung jawab pemerintah, salah satunya BPJS,” ujar Rafieq.
Juga memberikan penekanan terkait bahaya judi online dan narkoba tak luput dari arahan Wakil Wali Kota Metro. “Hati-hati masyarakat untuk berhati-hati dengan judol dan narkoba yang dapat merusak kesehatan mental, jasmani, dan rohani,” pesan Rafieq.
Masalah pendidikan, juga Rafieq memberikan arahan terkait di Metro Timur sebagai pusat pendidikan di Kota Metro.
“Banyak sekolah dan kampus di Kecamatan Metro diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar agar dapat membangun Kota Metro yang lebih baik ke depan, harus dapat membangun manusia lebih dahulu, pendidikan yang benar, bukan sekadar gaya-gayaan,” jelas Rafieq.
Lebih lanjut Rafieq menekankan modal manusia untuk pribadi, setiap manusia itu masing-masing dan modal sosial, pendidikan untuk keseluruhan masyarakat.
“Jika kedua modal tersebut dapat terwujud baik, maka kita bisa bangun ekonomi sosial berkelanjutan,” tutup Rafieq.
Editor : Bung Pur


















