TULANG BAWANG BARAT, rawasnews-tv.com – Suasana demokrasi menjelang Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) Serentak Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, diharapkan berlangsung aman, damai, tertib, dan penuh persaudaraan.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui Deklarasi Damai Pemilihan Kepalo Tiyuh Serentak Kabupaten Tulang Bawang Barat yang ditandai dengan penandatanganan fakta integritas oleh masing-masing calon Kepalo Tiyuh, Senin (5/10/2026).
Pilkati Serentak Kabupaten Tubaba dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan diikuti calon Kepalo Tiyuh dari 26 tiyuh yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan deklarasi tersebut dihadiri Bupati Tulang Bawang Barat Ir. Novriwan Jaya, S.P., Wakil Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho, S.T., Dandim 0412/LU yang diwakili Pelda Sukariyaman, Kapolres Tubaba AKP Oktaf Siagian, S.H., M.M., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat terkait.
Turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tubaba melalui Kasi Intel Rizka Nurdiansyah, S.H., M.H., Danlanud M. Bunyamin Tuba yang diwakili Dansub POM AU Lettu POM Suryadi, Sekdakab Tubaba Ir. Iwan Mursalin, S.T., M.T., perwakilan Pengadilan Agama, Kementerian Agama, staf ahli dan para asisten bupati, perwakilan MUI, para kepala dinas, serta seluruh calon Kepalo Tiyuh yang mengikuti deklarasi.
Dalam kegiatan tersebut, calon Kepalo Tiyuh Pulung Kencana, Hendarwan, S.H., M.H., ditunjuk membacakan Deklarasi Damai yang kemudian diikuti seluruh calon Kepalo Tiyuh.
Para calon menyatakan komitmen bersama untuk menyukseskan seluruh tahapan Pilkati dengan mengedepankan kejujuran, keadilan, keamanan, ketertiban, dan demokrasi.
Deklarasi tersebut juga menegaskan kesepakatan para calon untuk menjalankan kampanye dan kompetisi secara sehat, santun, serta sportif.
Dalam sambutannya, Bupati Tubaba Novriwan Jaya menyampaikan bahwa Pemilihan Kepalo Tiyuh merupakan pesta demokrasi di tingkat tiyuh yang memiliki arti penting karena melalui proses tersebut arah kepemimpinan dan keberlanjutan pembangunan tiyuh akan ditentukan.
Menurutnya, komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian harus menjadi prioritas selama seluruh tahapan Pilkati berlangsung.
“Kompetisi dan perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai merusak tali silaturahmi, memecah belah keharmonisan, serta mengganggu ketenteraman warga tiyuh yang selama ini telah terbangun dengan baik,” ujar Novriwan.
“Ia mengajak seluruh pihak memegang teguh, nilai-nilai utama kepribadian masyarakat Tubaba, yakni Nenemo (Nemen, Nedes, Nerimo), serta falsafah Sederhana, Setara, dan Lestari. Novriwan kemudian menjabarkan makna Nenemo sebagai pedoman dalam menghadapi proses demokrasi.
Nemen, kata dia, bermakna kerja keras dan bersungguh-sungguh. Para calon diminta melakukan konsolidasi dengan niat membangun tiyuh, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kemudian Nedes, yang bermakna tahan banting dan bersabar. Seluruh calon diharapkan menjalani proses demokrasi dengan penuh kedewasaan serta mampu menghadapi dinamika dan provokasi di lapangan secara tenang dan sabar.
Sementara Nerimo dimaknai sebagai sikap ikhlas dan legawa.
“Tanamkan komitmen dalam diri masing-masing: siap menang dan siap kalah. Hasil akhir Pilkati harus diterima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan demi kemajuan tiyuh bersama,” tegasnya.
Calon Diminta Hindari Politik Uang dan Hoaks
Bupati Tubaba juga mengingatkan seluruh calon dan pendukung untuk mematuhi seluruh regulasi serta tahapan Pilkati yang telah ditetapkan panitia dan pemerintah daerah.
Ia secara khusus mengimbau agar seluruh pihak menghindari politik uang, ujaran kebencian, isu SARA, maupun penyebaran berita bohong yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.
“Gunakan cara-cara santun. Sampaikan visi, misi, dan program kerja terbaik secara bijak dan edukatif tanpa mengorbankan kerukunan warga,” imbaunya.
Ia juga meminta seluruh calon memiliki komitmen menjaga kondusivitas setelah proses pemilihan berakhir. Kepalo Tiyuh yang terpilih maupun yang belum terpilih nantinya diharapkan tetap bersama-sama merangkul seluruh elemen masyarakat demi menjaga stabilitas tiyuh.
Panitia dan Aparatur Diminta Netral
Tidak hanya kepada para calon, Bupati juga memberikan penekanan kepada panitia pemilihan di seluruh tingkatan, Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT), serta aparatur tiyuh.
“Kepada panitia pemilihan di seluruh tingkatan, BPT, serta aparatur tiyuh, saya minta untuk senantiasa menjaga netralitas, bertindak adil, jujur, dan transparan,” kata Novriwan.
“Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI/Polri dan aparat keamanan yang melakukan pengawalan terhadap seluruh rangkaian tahapan Pilkati.
“Kepada jajaran TNI/Polri dan aparat keamanan, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengawalan ketat demi terciptanya kondusivitas keamanan di seluruh tiyuh penyelenggara,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Tubaba menjadikan Pilkati Serentak 2026 sebagai momentum untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
“Mari kita buktikan bahwa masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah masyarakat yang santun, dewasa dalam berpolitik, serta mampu melaksanakan Pilkati Serentak 2026 secara aman, damai, bermartabat, dan sukses,” pungkasnya. (*)


















