LAMPUNG TIMUR, rawasnews-tv.com – Tangis haru sekaligus duka mendalam pecah ketika ambulans yang membawa jenazah Isnandar Ahmad (41), tiba di rumah duka di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Jenazah Isnandar tiba setelah menjalani proses autopsi di RS Bhayangkara. Kepulangan tersebut menjadi momen yang sangat berat bagi keluarga, terutama kedua orang tuanya, Pujo (68) dan Musinah (61).
Isnandar merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia dikenal sebagai fotografer yang cukup populer di wilayah Lampung Timur. Sosoknya juga dikenal mudah bergaul, dekat dengan masyarakat, serta memiliki banyak teman.
Namun, sosok yang selama ini dikenal aktif dan mudah bergaul itu kini telah pergi untuk selamanya setelah menjadi korban dugaan perampokan yang berujung pada pembunuhan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 13 September 2026, di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung.
Di tengah suasana rumah duka, Musinah tak kuasa menahan air mata. Sebagai seorang ibu, ia mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa putranya harus pergi dengan cara tragis.
Kepedihan semakin terasa karena Isnandar merupakan anak yang tinggal berdekatan dengan kedua orang tuanya. Rumah milik Isnandar berada tepat di samping rumah Pujo dan Musinah.
Malam Kelam yang Tak Disangka
Pujo, ayah korban, menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak menyangka akan terjadi sesuatu terhadap putranya.
Sekitar pukul 04.00 WIB pada Minggu dini hari, Pujo sempat mendengar suara mobil milik Isnandar meninggalkan rumah.
Saat itu, ia tidak menaruh kecurigaan apa pun. Ia mengira putranya sedang bepergian seperti biasanya.
“Sekitar jam empat subuh saya dengar mobilnya pergi. Karena memang dia punya rumah sendiri di samping rumah kami, jadi saya tidak curiga,” ujar Pujo.
Keluarga baru mengetahui kondisi Isnandar pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat itu, seseorang datang mencari Isnandar. Pintu rumah kemudian dibuka dan keluarga mendapati Isnandar sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Temuan tersebut sontak membuat keluarga terpukul. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa kepergian Isnandar pada Minggu dini hari menjadi perjalanan terakhirnya.
Harta Benda Korban Ikut Raib
Menurut keterangan Musinah, sejumlah barang milik putranya juga diketahui hilang dalam peristiwa tersebut.
Di antaranya satu unit mobil Mitsubishi Xpander, kalung emas seberat sekitar 50 gram, telepon seluler, serta cincin emas sekitar 15 gram.
Musinah juga menyebut, berdasarkan informasi yang diketahuinya, orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut bukanlah sosok yang sepenuhnya asing bagi keluarganya.
Orang tersebut disebut sudah mengenal Isnandar dan beberapa kali datang ke rumah korban.
Meski demikian, seluruh dugaan dan fakta terkait peristiwa tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat kepolisian.
Harapan Sang Ibu
Di tengah kehilangan yang begitu dalam, Musinah hanya berharap kasus yang menimpa putranya dapat segera terungkap.
“Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara tuntas dan memberikan hukuman sesuai ketentuan hukum kepada pelaku apabila telah terbukti bersalah.
“Saya berharap pelakunya bisa segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” harap Musinah.
Bagi keluarga, Isnandar bukan sekadar seorang fotografer yang dikenal banyak orang. Ia adalah seorang anak yang selama ini hadir di tengah keluarga dan dekat dengan kedua orang tuanya. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah digantikan.
Pantauan di rumah duka, keluarga, kerabat, serta para tetangga terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Tangis dan doa mengiringi kepulangan Isnandar untuk terakhir kalinya, sebuah kepulangan yang tak pernah dibayangkan oleh kedua orang tuanya. (Red)


















